Akal, Nafsu dan Qolbu

7 05 2010
Dalam siklus sebuah penciptaan, Alloh Swt telah meninggikan derajat mahluk yang bernama manusia. Beragam ilmu dan pengetahuan telah Dia benamkan dalam akal manusia. Akal, inilah perantara Tuhan untuk membenamkan ilmu dan pengetahuan, yang nantinya akan dipergunakan sebagai alat bertahan hidup dimuka bumi, yang memang manusia dipersiapkan untuk menjadi khalifahnya, pemimpinnya. Dengan akal, dan ilmu pengetahuan yang terbenam didalamnya manusia mampu melakukan improvisasi dalam rangka menjalankan perannya sebagai pemimpin dimuka bumi. Terlebih, ada banyak kejadian dialam semesta, atau ayat2 Kauniyah, yg Alloh berikan sehingga manusia dapat belajar dengan akalnya.

Dan Allah Yang Maha Kuasa pun menganugerahkan manusia sifat yg bernama nafsu, yg dengannya terciptalah hasrat dan semangat untuk membuat hidup ini menjdi dinamis. Sebut saja nafsu makan, nafsu untuk mendpatkan kekayaan, dan kesejahteraan, dan berbagai macam nafsu lainnya. Sebagian orang membahasakan nafsu dengan istilah semangat, hasrat, atau apapun yg mencerminkan pengajawantahan ekspresi dari nafsu itu.

Disinilah yg menarik, manusia mengkombinasikan akal dan nafsunya untuk mepertahankan eksistensinya dimuka bumi. Kedua instrument tersebut pada akhirnya membantu manusia untuk menentukan keputusan2 untuk melanjutan perjalanan hidupnya. Apa itu salah? benar? baik? buruk? hina ? mulia? benci ? cinta? dan semua pilihan2 yg ditemui oleh manusia. Instrument inilah yg mengambil peran untuk menentukan pilihan.

Nha tantangannya, bagaimaana keduanya bisa berjalan sinergi?. Karena pada kenyataannya nafsu, sebagai salah satu sifat yg Alloh berikan kepada manusia, selalu digunakan oleh Iblis, Setan dkk, untuk memperdaya manusia. Yang seringkali membuat keputusan2 yg diambil oleh manusia didominasi oleh nafsu yg dikuasai setan. Keputusan yg di provokatori oleh setan itu cenderung melalaikan hakikat khalifah dimuka bumi, melalaikan sebuah siklus “kehidupan” dikampung akhirat, melalaikan dari pengharapan ridho Illahi dalam setiap penjalanan aktifitas.

Kemudian Alloh mengutus Nabi dan Rasul, yg bersamanya dititipkan firman-firman Tuhan, ayat-ayat Illahiah, aturan main bagi manusia, pedoman dasar bagi manusia dalam menjalani perannya sebagai khalifah. Sebuah aturan main yg menjelaskan hal-hal yg harus dilakukan, dan juga hal-hal yg harus dihindari, tidak boleh disentuh sama sekali. Disini juga dijelaskan bagimana Iblis, setan dkk menjadi musuh manusia yg paling utama. Serta diajarkan juga bagaimana caranya mengekang hawa nafsu, dan mengoptimalkan kerja akal.

Peran Nabi dan Rasul membantu manusia untk dapat memahami pedoman dasar ini. Jadi ketika manusia berinteraksi dengan FENOMENA DI ALAM SEMESTA/ AYAT-AYAT KAUNIYAH dan melakukan IMPROVISASI dalam mengambil keputusan untuk kehidupannya mereka menjadi kan AYAT-AYAT ILLAHIAH ini sebagai landasan utamanya. Sehingga walaupun keputusan yg diambil merupakaan hasil improvisasi akal, namun Insya Alloh dapat menghadirkan Ridho Illahi, karena masih berlandaskan Ayat2 Illahiah.

Hidup ini ibarat kita mngendarai sebuah mobil, dengan akal fikiran, dan juga semangat yg ditularkan oleh nafsu, kita dapat berkendara kemana saja. Ayat2 Illahiah ibarat buku pedoman berkendaraan yg dilengkapi peta petunjuk arah perjalanan, alat Gps, sebagai petunjuk arah yg kita prioritaskan untuk dicapai, sehingga manusia aman, dan nyaman dalam berkendara. Yg nantinya kendaraan kita tiba di wilayah2 yg dapat menghadirkan Ridho Illahi, dan juga kebahagian dunia dan akhirat, Insya Alloh.

Wallahu’alam bishawab





Pernahkah anda berteman dengan orang yg menyebalkan?

27 04 2010

Pernahkah anda berteman dengan orang yg menyebalkan? Selamat, itu pertanda Tuhan sedang mendidik anda untuk menjadi pribadi yg sabar, berjiwa besar. Dia kirimkan instrument pelangkap untuk menguji anda, untuk meningkatkan kemulian anda di sisi Nya.

Assalamualaikum sahabat, selamat hari baik, salam MANTAB !!!





Belajar positive thingking dari Muhammad SAW

26 04 2010

Dia sungguh menjaga perasaan, pikiran dan prasangka terbaiknya kepada setiap anak manusia. Sehingga yang terucap dari bibirnya hanyalah untaian doa keselamatan bagi setiap orang, yang melakukan perbuatan zalim kepadanya.

Tegasnya dia berkata kepada Jibril yang berdiri dihadapannya, bahwa dia hanya menginginkan pertolongan dari Alloh Swt, menurutnya para anak manusia di desa itu hanya belum paham, belum mengerti mengenai risalah yang dia bawa. Dia lantas menengadahkan tangannya, memohon hidayah kepada Illahi Rabbi terhadap seluruh penduduk kampung Thaif itu, walau saat ini penduduknya masih ingkar, dia berharap anak, cucu dan seluruh keturunan desa tersebut mendapat hidayah, pertolongan, dan kasih sayang dari Alloh swt, Tuhan Yang Maha Baik itu.

Sungguh mulia Rasul kahir zaman ini, padahal sebelumnya Jibril sempat mengutarakan keinginannya untuk memerintahkan malaikat penjaga gunung untuk membalikkan sebuah gunung mengubur desa Thaif, yang baru saja para penduduknya mengusir Rasulullah Saw. Menimpuki kekasih Alloh itu dengan batu dan kotoran hewan, hingga jubahnya basah dengn lumuran darah yang mengucur dari kepala dan sebagian tubuhnya yang terluka, ditambah cacian, makian dan umpatan kepada Muhammad Saw, yang namanya dijadikan mahar pernikahan Adam As dan Hawa.

Baginya harapan itu masih ada, hidayah, pertolongan dan kasih sayang Alloh itu pasti datang, itulah ungkapan cinta beliau kepada para umat nya. Rindu kami pada mu ya Rasul, andai engkau ada disini.

Jakarta, Senin, 12 Jumadil Awal 1431 H/ 26 April 2010 M

Al Fakir, Salman Al Farisy





INNA SOLATI WA NUSUKI WA MAHYAYA WA MAMATI LILLAHI RABBIL ALAMIN

5 03 2010

Terima kasih Ya Rabb atas amanah yg KAU embankan kepada kami. Diantara kami ada yg menjadi Pedagang, Karyawan swasta, PNS, Ibu Rumah Tangga, Pejabat, Mahasiwa, Pelajar, atau bahkan belum dapat pekerjaan tetap, namun kami tetap berusaha untuk senantiasa BERSYUKUR ya RABB, atas anugerah hidup yg telah ENGKAU beri.

Dengan mata bathin kami yg lemah terkadang, kami kerap JENUH, dengan rutinitas yg ada. Semuanya terlihat seperti BEBAN yg menggunung di pundak-pundak kami. Kadang, bahkan sering kami mengeluh betapa HIDUP ini terlihat membosankan, menjenuhkan.

Ya RABB, kami ini lemah Ya RABB, ENGKAU yang MAHA KUAT, bantu kami YA RABB agar kuat dalam mengemban amanah yang telah KAU beri, agar istiqomah dalam mengisi hidup yang telah kau anugerahkan untuk beribadah kepada MU. Karena kami tahu yang ENGKAU berikan selama ini BUKANLAH BEBAN atau MASALAH, karena jika itu MASALAH maka semuanya adalah AZAB.

Kami tahu YA RABB bahwa, semua kejadian ini, semua suasana ini, adalah PELAJARAN berharga dari MU agar kami dapat menjadi INSAN-INSAN yang KUAT, yang MULIA di sisi MU, yang selalu ENGKAU RIDHOI, yang memang ENGKAU persiapkan untuk menjadi KHALIFAH/PEMIMPIN di dunia ini. Dan semua prosesnya adalah IBADAH demi mengharap KERIDHOAN MU, walau terlihat berat, namun kami tahu ada ENGKAU yang MAHA KUAT akan selalu membantu kami. Dan sesungguhnya solatku, amal perbuatan ku, serta hidup dan matiku hanya kerana ENGKAU YA RABB, TUHAN PENGUASA ALAM, ALLOH SWT

INNA SOLATI WA NUSUKI WA MAHYAYA WA MAMATI LILLAHI RABBIL ALAMIN

Jakarta, Jum’at 09 Raby` al-awal 1431 H/ 05 Maret 2010 M

Al Faqir
Salman Al Farisy