Senjata film

7 07 2010

Untuk menguasai suatu negara saya lebih memilih menggunakan ‘senjata’ film. Dengan perantaraan bioskop, saya bisa mempengaruhi banyak orang dengan pesan yang saya bawa melalui film. Di bioskop, suasananya cocok untuk hipnotis, nyaman, tenang, gelap dan sejuk, saya pasti bisa ‘menjajah’ pikiran penontonnya, lewat film.





Belajar kesabaran, dari Ibu

7 07 2010

Jika kau ingin belajar tentang kesabaran ? tanyakan itu kepada seorang Ibu yang menjalani perannya sebagai guru untuk anak-anaknya, dan partner bagi suaminya. Disana kau akan akan paham, betapa kasih sayang itu, akan membuahkan kesabaran, ketabahan, ketekunan, dan keikhlasan.





Berjuang untuk sebuah kebahagian

2 07 2010

Setelah kesulitan, akan muncul kemudahan. Setiap manusia tentu mengharapkan kemudahan, kebahagiaan. Namun Tuhan dengan segala kuasanya, mengemas kebahagian itu dengan begitu kuat, sehingga membutuhkan perjuangan dalam memperolehnya, agar ketika kita menjadi pribadi berjiwa besar dan senantiasa bersyukur ketika mendapatkan kemudahan, kebahagiaan.





Kebaikan dan Kemenangan

2 07 2010

Hanya ada dalam sinetron (mungkin), dimana kejahatan dapat menang karena DIRENCANAKAN dengan serius, dan kebaikan hanya dapat menang karena sebuah KEBERUNTUNGAN semata. Seharusnya kebaikan itu harus direncanakan dengan serius agar mendatangkan keberuntungan yang memenangkan.





Penghuni Rumah Hati

21 06 2010

Didalam rumah hati ada dua penghuni, mereka bersaudara. Penghuni yang pertama bernama Nurani, dia selalu berperilaku bijaksana, Nurani selalu berperilaku positif jika hati kedatangan tamu, entah itu tamu yang baik atau tamu yang buruk. Jika yang datang adalah Kabar Gembira, Nurani senantiasa bersyukur, dan jika yang bertandang kedalam hati adalah Kabar Buruk, masalah, ujian, Nurani senantiasa bersabar, dan tetap bersyukur, untuk selanjutnya selalu mencari hikmah, kebaikan dari setiap tamu yang bertandang.
Lain halnya penghuni yang kedua, sang Perasaan, yang sering berubah-ubah perilakunya. Kadang berperilaku negatif, kadang berperilaku positif, tidak perduli tamu seperti apa yang datang ke Rumah Hati. Jika yang datang Kabar Baik, kadang Perasaan menjadi bersyukur, bahagia, namun tidak jarang juga dia menjadi sombong, tinggi hati. Dan jika yang datang bertamu adalah Kabar Buruk, Perasaan kadang sabar, atau kadang bersedih, marah, dan perilaku laku negatif lainnya, Perasaan sukar ditebak tabiatnya dalam merespon tamu yang datang ke rumah hati.

Namun yang menariknya walau Perasaan kerap berperilaku negatif, Nurani selalu mengingatkan agar Perasaan kembali menjadi positif. Di dalam Rumah Hati, Nurani dan Perasaan kerap beradu argumen dalam menyikapi tamu yang bersilahturahmi ke Rumah Hati. Walau Perasaan sering mengungkapkan keinginannya dengan “meledak-ledak”, Nurani tetap tenang menyikapi perilaku saudaranya itu, dan terus pantang menyerah, tidak kenal lelah mendampingi saudaranya, menasehati Perasaan, untuk senantiasa berperilaku positif. Beberapa kali Perasaan menang dalam penentuan sikap menjamu tamu di Rumah Hati, walaupun yg diterima para tamu Rumah Hati adalah perilaku negatif, sang Nurani selalu tetap mengingatkan Perasaan untuk tetap berperilaku positif, kadang Nurani berteriak, namun tak jarang dia jug berbisik.

Oleh karena nya sungguh menyedihkan sebenarnya, jika Perasaan menjadi satu-satunya penguasa Rumah Hati, dan Nurani semakin terpojokkan, sehingga hanya bisa berbisik, atau bahkan Nurani menjadi mati, bisu. Sebagian orang menyebut Nurani ini, hati kecil. Wallahualam bishawab

Selamat hari baik, salam MANTAB
Senin, 21 Juni 2010

M. Salman Al Farisy





Tepuk Tangan Tingkatkan Kecerdasan Anak

1 05 2010

Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, ‘Kalau kau suka hati tepuk tangan… prok…prok’ begitulah kadang-kadang gaya guru TK mengajarkan muridnya bermain sambil belajar. Selain menyenangkan, tepuk tangan juga bisa meningkatkan keterampikan motorik dan kognitif (kecerdasan) anak.

Peneliti dari Ben-Gurion University of the Negev (BGU) melakukan studi pertama kali mengenai manfaat lagu yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan.

Hasilnya, menunjukkan adanya hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas dan keterampilan perkembangan yang penting pada anak-anak, remaja hingga mahasiswa perguruan tinggi.
“Kami menemukan bahwa anak-anak kelas satu, dua dan tiga sekolah dasar yang menyanyikan lagu ini sambil bertepuk tangan menunjukkan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak yang tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Dr Idit Sulkin, anggota dari BGU’s Music Science Lab in the Department of the Arts, seperti dikutip dari Sciencedaily, Sabtu (1/5/2010).

Peneliti juga menemukan tepuk tangan dapat membantu melatih keterampilan motorik anak sehingga dapat menghasilkan tulisan tangan yang rapi, menulis dengan lebih baik serta sedikit membuat kesalahan ejaan.
Dr Warren Brodsky, seorang psikolog musik yang mengawasi disertasi doktor ini mengungkapkan kegiatan tepuk tangan dapat melatih otak dan mempengaruhi perkembangan daerah otak yang lainnya.

Manfaat lainnya adalah anak-anak diajarkan melatih integritas sosialnya dengan teman-teman yang lain, sehingga kemampuan sosialisasinya lebih baik.

Dalam studi ini, Dr Sulkin dan tim pergi ke beberapa kelas sekolah dasar dan memberikan pelatihan lagu sambil bertepuk tangan. Hal ini dilakukannya selama periode waktu 10 minggu.

Selama penelitian, Dr Sulkin turut bergabung dengan anak-anak untuk bernyanyi. Hal ini untuk melihat apakah anak-anak merasa terhibur dan terpesona dalam menyanyikan lagu sambil bertepuk tangan. Kegiatan ini ternyata menjadi salah satu hiburan bagi anak-anak sekolah dasar.

“Dalam waktu yang singkat tersebut, anak-anak memiliki kemampuan kognitif yang baik serta membantu kemampuan motoriknya dalam melakukan aktivitas. Karena itu sebaiknya hal ini masuk dalam pendidikan untuk anak usia 6-10 tahun dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik dan kognitifnya,” ujar Dr Sulkin.

Dr Sulkin menambahkan lagu anak-anak yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan ini biasanya dibawakan oleh anak-anak hingga usianya 10 tahun.

Jika diamati, maka kegiatan ini sangat berfungsi sebagai acuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kebutuhan emosional, fisiologis, sosiologis dan kognitif anak-anak hingga ke tahap pertumbuhan berikutnya.
(ver/ir)

Sumber : Detik Health





Manusia-manusia kreatif, dan mood mereka

18 03 2010

Banyak orang yang bilang para pekerja kreatif selalu bekerja di bawah mood yang bagus. Dan seringkali permasalahan mood ini menjadi satu hal yang cukup mengganggu, karena ketika mood itu tidak “datang”, maka kreatifitas pun menjadi mandul, dan karya-karya spektukuler pun tidak dapat lahir dari manusia ini yang tugasnya membidani lahirnya produk-produk kreatif. Saya pribadi lebih melihat bahwa sesungguhnya manusia kreatif ini benar-benar manusia kreatif, maksud saya karena mereka sangat kreatif, mereka pun mengetahui ritual-ritual khusus untuk mendatangkan “roh mood” itu, dan karena mereka manusia kreatif, mereka bisa itu.

Itulah hebatnya para manusia-manusia kreatif, mereka mempunyai berjuta cara untuk menghadirkan mood dalam dirinya. Mereka selalu mempunyai cara unik untuk menghadirkan mood dalam dirinya, karena mereka tahu betul bahwa mood mereka ini mempengaruhi kinerja dan produktifitas mereka.

Mereka (baca: manusia-manusia kreatif) bisa melakukan tindakan-tindakan taktis untuk menghadirkan mood dalam dirinya, mengkombinasikan beberapa aktifitas hingga menghadirkan mood, dan menyiptakan karya-karya yang di akui oleh banyak orang. Sebut saja dengan ngopi, browsing, baca buku, teriak-teriak, pergi kelaut, mendaki gunung, keterminal, bertapa ?, bernyanyi, dan berjuta aktifitas lainnya yang masing-masing manusia kreatif itu, tahu mana cara tercepat untuk menghadirkan moodnya, yang akan mempengaruhi produktifitasnya, dan tentu saja memempengaruhi masa depannya.

Pada akhirnya manusia-manusia kreatif ini memberikan warna, dan sentuhan-sentuhan yang berbeda pada dunia, dan membuat dunia menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik, karena mereka tidak ingin hidup hanya sebagai seonggog daging yg fungsinya hanya menyesakkan planet bumi.

Jakarta,  Kamis 02 Raby` al-Thsany 1431 H/ 18 Maret 2010 M

Salman Al Farisy





Jadilah Magnet Atas Suksesmu

21 12 2007

What you see in your mind, you’re going to hold it in your hand” (Bob Proctor)

Sekarang ini, di mana-mana begitu ramai dibicarakan The Secret, buku yang ditulis oleh penulis kelahiran Australia Rhonda Byrne. Buku yang menggemparkan ini telah memopulerkan nama Rhonda Byrne dan menobatkan dirinya menjadi salah satu perempuan berpengaruh di dunia saat ini. Apakah yang menarik dari buku The Secret ini? Intisari The Secret adalah The Law of Attraction atau hukum daya tarik. Inti dari hukum daya tarik ini adalah like attract like. Artinya, sesuatu akan menarik sesuatu yang mirip dengannya. Jadi, saat kita memikirkan sesuatu, dikatakan bahwa kita sedang menarik sesuatu itu ke arah diri kita.

Bayangkanlah seorang ibu yang seringkali mengalami kecopetan. Masalahnya, setiap kali ke pasar, ia selalu membayangkan dan dihantui bayangan para pencopet. Setiap kali mengalami kecopetan, ia semakin ketakutan dan semakin membayangkan hal itu terjadi lagi berulang kali. Pikiran si ibu itu menjadi magnet bagi para pencopet untuk mendekatinya.

Di sisi lain, ada seorang mahasiswa teologi yang mengatakan saat dirinya melancong ke luar negeri, ia tidak memiliki tabungan cukup dan tidak kenal siapa pun. Modalnya hanya berdoa dan membayangkan jalan mulus membentang di hadapannya. Anehnya, banyak kemudahan dan jalan ‘bantuan’ datang menghampirinya saat ia membutuhkan.

Dalam hukum daya tarik ini, pikiran kita bereksistensi ibarat magnet. Pikiran kita memiliki getaran frekuensi yang kita pancarkan ke sekeliling kita. Akibatnya, getaran ini mulai memengaruhi lingkungan sekitar kita dan mulai menarik alam semesta (universe) terkait berbagai hal kembali kepada diri kita.

Jadi, kalau getaran frekuensi yang kita pancarkan merupakan getaran kesuksesan dan kebahagiaan, alam semesta akan mengatur kesuksesan dan kebahagiaan itu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Sebaliknya, bila yang kita pikirkan adalah marabahaya, maka kemungkinan besar hal- hal yang tidak kita inginkan itulah yang bakalan menghampiri kita.

Mendukung mimpi

Seperti dikatakan DR.Joe Vitale, salah seorang pembicara dan penulis yang turut memberikan kontribusi dalam buku The Secret, “Alam semesta akan mulai mengatur dirinya, untuk membuat apa pun yang terpikirkan olehmu, mulai termanifestasikan bagi dirimu”.

Persis seperti pesan Sang Alkemis, novel spiritual Paulo Coelho. Di sana, dikisahkan tentang Santiago, seorang bocah penggembala domba dari Padang Andalusia, yang mengelana mewujudkan mimpi-mimpinya. Pesan utamanya, “Orang yang meyakini seluruh mimpi-mimpinya, maka seluruh alam semesta akan membantunya dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan.”

Bayangkan dengan mereka yang phobia dengan cecak dan takut kalau- kalau ada cecak. Akibatnya, jutsru mereka ‘menarik’ cecak di mana- mana. Demikian pula yang takut kegagalan, justru mereka menarik energi kegagalan dalam diri mereka. Sebaliknya, kalau kita menarik kekayaan, kesuksesan, uluran tangan, dan kebahagiaan, maka itulah yang akan tertarik ke arah dirimu.

James Ray, salah satu pemikir terkenal dan kontributor buku ini memakai metafora menarik. Bayangkanlah dunia ini seperti kisah lampu Aladin dalam dongeng 1001 Malam. Bayangkan, saat dirimu membutuhkan sesuatu dirimu tinggal menggosok lampunya, maka akan muncul jin ajaib dan berkata pada Anda, “Your wish is my command” (harapan Anda adalah perintah untuk saya). Bayangkanlah alam semesta mengatakan hal tersebut kepada diri Anda.

3 Langkah

Ada tiga langkah dalam proses the Law of Attraction ini. Ketiga langkah tersebut mencakup keberanian meminta (ask), keyakinan akan menerima (believe), dan kemampuan dan perasaan telah menerima (receive). Kalau dicermati prosesnya kembali, maka dikatakan, segala sesuatu dimulai dari keinginan dan kemauan kita untuk meminta dan mengharapkan hal yang positif terjadi dalam hidup kita.

Seperti dikatakan Jack Canfield dalam bukunya The Aladdin Factor, “Jika kamu tidak pernah meminta, maka kamu tidak akan pernah menerimanya”. Setelah meminta, maka dibutuhkan keyakinan bahwa kita bisa menerimanya.

Banyak orang meminta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu sehingga apa yang ada tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa sadar terjadi energi ‘penolakan’ akibat keragu-raguannya.

Langkah terakhir adalah kemampuan kita untuk menerima atau, kalaupun belum terasakan sekarang, tetapi merasa telah mulai dalam proses menerima apa yang diharapkan. Masalahnya, banyak orang tidak sabar dan berhenti saat apa yang diharapkan tidak langsung terjadi. Otak membutuhkan penyesuaian dan alam semesta membutuhkan waktu mewujudkannya, tetapi kita sendiri harus meyakininya.

Lagi pula, penting pula kita untuk mendoakan dan mengharapkan bantuan tangan dan izin Tuhan sehingga apa yang kita pikirkan terwujud. Sebab, bagaimanapun hukum ini kita imani berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, doa dan keyakinan atas berlakunya the law of attraction ini tetaplah menjadi hal penting.

Akhirnya, the law of attraction ini mengingatkan kita satu hal penting. Marilah kita selalu sadar dengan apa yang kita pikirkan. Hal ini akan menjadi sebuah medan magnet yang luar biasa.

Bayangkan, melalui pikiran itulah kita sedang membuat lukisan kehidupan kita sendiri. Kesimpulannya, kita, adalah apa yang kita bayangkan setiap hari.

Sumber: Jadilah Magnet Atas Suksesmu oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency





Pemerintah Tidak Serius Wujudkan Sekolah Gratis

14 12 2007

Pemerintah dinilai tidak serius merealisasikan sekolah gratis, terutama untuk pendidikan dasar sembilan tahun. Padahal, pendidikan bagi anak-anak usia wajib belajar tidak dapat ditawar-tawar lagi di tengah kemerosotan pencapaian pendidikan untuk semua (Education For All/EFA).

Sesuai evaluasi UNESCO, peringkat pencapaian pendidikan untuk semua (EFA) untuk Indonesia merosot dari 58 menjadi 62 di antara 130 negara di dunia.

”Pemerintah memang tidak serius untuk merealisasikan penuntasan wajib belajar yang berkualitas. Sampai sekarang pemerintah masih saja disibukkan dengan mengalkulasi apa yang ditanggung pemerintah dan apa yang mesti ditanggung daerah,” kata Ferdiansyah, anggota Komisi X DPR, di Jakarta, Kamis (13/12).

Oleh karena itu, kata Ferdiansyah, DPR mendesak pemerintah untuk merealisasikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pendanaan dan RPP Wajib Belajar sehingga ada kejelasan bagaimana pendanaan dan pelaksanaan pendidikan dasar bisa dilaksanakan di lapangan.

”DPR mendesak pemerintah supaya bisa menyelesaikan PP Pendanaan dan PP Wajib Belajar paling lama Juni 2008 supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pendanaan di APBN,” kata anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Sementara itu, Darmaningtyas, pengamat pendidikan dari Taman Siswa, menyayangkan jika pemerintahan saat ini tetap saja menganggap anggaran pendidikan sebagai beban APBN. Padahal, di dalam konstitusi secara jelas dinyatakan pemenuhan pendidikan, terutama pendidikan dasar, merupakan tanggung jawab negara.

Dodi Nandika, Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional, mengatakan pemerintah sebenarnya terus memperjuangkan supaya alokasi anggaran untuk pendidikan terus meningkat. Berbagai peraturan pemerintah untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional memang belum selesai karena masih belum mendapat persetujuan dari Departemen Hukum dan HAM.

Sumber : Kompas.Co.Id 





Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia

12 10 2007

Oleh : Andri Aji Saputro

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat
pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak
yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah
Finlandia. Kualita pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki , dimana
perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa
sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic
Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA
mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan
unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia
berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga
Finlandia menjadi Top No 1 dunia?

Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi
dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa
negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar,
memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir
siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada
usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada
usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30
jam perminggu.

Bandingkan dengan Korea , ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya
menghabiskan 50 jam perminggu. Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya
memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata
adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula.
Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka
tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru
mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7
pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke
fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran! Bandingkan
dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas
seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang
berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru
dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas
untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum
yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika
negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan
bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya
bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa.
Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos
ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di
perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri,
kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau
mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus
selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari
sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika
mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar
apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini
guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah
seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel.
Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar
menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat
Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA , sekolah-sekolah di Finlandia
sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan
merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan
untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan
prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan
tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian
datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb.

Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar,
yang penting mereka berusaha. Para guru sangat menghindari kritik terhadap
pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah”
pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu
maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan
melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan
nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem
ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya
masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa
tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di
Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran,
toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi.
Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu
berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru
yang sangat bertanggungjawab.

* *

*Diambil dari Top of the Class – Fergus Bordewich *